
Dalam agama Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban yang sangat ditekankan dan memiliki kedudukan yang tinggi. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sejak lahir hingga akhir hayat. Penekanan terhadap pentingnya ilmu ini tercermin dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalil-Dalil Kewajiban Menuntut Ilmu
Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam didasarkan pada beberapa dalil utama:
1. Al-Qur’an
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca, yang secara implisit berarti perintah untuk menuntut ilmu:
- Surah Al-Alaq Ayat 1-5: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5) Ayat ini menunjukkan bahwa dasar dari penciptaan dan kemuliaan manusia adalah kemampuan untuk belajar dan memperoleh ilmu.
- Surah Al-Mujadilah Ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11) Ayat ini secara jelas menyatakan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
- Surah Thaha Ayat 114: “Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan wahyunya kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'” (QS. Thaha: 114) Ayat ini mengajarkan agar kita senantiasa memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT, menunjukkan bahwa proses menuntut ilmu tidak pernah berhenti.
2. Hadis Nabi Muhammad SAW
Banyak hadis yang menguatkan kewajiban menuntut ilmu dan keutamaannya:
- Hadis Riwayat Ibnu Majah: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah) Hadis ini adalah dalil paling populer yang menegaskan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap individu Muslim.
- Hadis Riwayat Muslim: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu adalah salah satu jalan yang diberkahi untuk mencapai surga.
- Hadis Riwayat Tirmidzi: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menyamakan kegiatan menuntut ilmu dengan berjihad di jalan Allah.
Mengapa Menuntut Ilmu Itu Wajib?
Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam memiliki berbagai alasan dan hikmah, di antaranya:
- Mengenal Allah SWT dan Agama-Nya: Ilmu adalah kunci untuk memahami keesaan Allah (tauhid), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta syariat Islam secara benar. Tanpa ilmu, seseorang tidak dapat beribadah dengan benar atau memahami tujuan hidupnya sesuai kehendak Allah.
- Meningkatkan Kualitas Ibadah: Dengan ilmu, seorang Muslim dapat mengetahui tata cara ibadah yang benar, memahami makna di balik setiap syariat, sehingga ibadahnya lebih khusyuk dan diterima di sisi Allah SWT.
- Membedakan Kebenaran dari Kebatilan: Ilmu menjadi penerang yang memungkinkan seseorang membedakan antara yang hak dan yang batil, antara petunjuk dan kesesatan. Ini penting untuk menjaga akidah dan akhlak yang lurus.
- Membangun Peradaban: Ilmu tidak hanya mencakup ilmu agama (ilmu syar’i), tetapi juga ilmu-ilmu duniawi yang bermanfaat (ilmu kauniyyah) seperti kedokteran, teknologi, ekonomi, dan lain-lain. Dengan ilmu-ilmu ini, umat Islam dapat berkontribusi dalam membangun peradaban yang maju dan menyejahterakan umat manusia.
- Memiliki Keberkahan Hidup Dunia dan Akhirat: Sebagaimana disebutkan dalam dalil-dalil di atas, menuntut ilmu dapat mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat, dimudahkan jalannya menuju surga, dan ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya meskipun seseorang telah meninggal dunia.
- Menjadi Hamba yang Lebih Baik: Ilmu membimbing manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih bertanggung jawab, dan lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Ilmu juga mendorong seseorang untuk bersikap rendah hati dan menyadari kebesaran Allah.