January 13, 2026

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Haii sahabat semua nya,kami dari TPQ.Darussalam kali ini memiliki sebuah kegiatan yang menggembirakan untuk semua nya.

Awal Robiul awal kami mengadakan khotmil Qur’an ,dilanjutkan membacakan doa kepada para leluhur,bangsa indonesia dan keluarga kita.

Puncak acara kami mengadakan Dongeng Islami bersama kak wulan dan boneka somat.

Dukung kami dan doa serta bantu kami dalam sebarkan islam, dengan cara mengikuti program kami dan bersedekah melalui rekening yang ada di website kami.

Terima kasih jajaran takmir,pemuda darussalam serta wali santri dan Santri Darussalam kebanggaan kami.

Jazakamullah khoiran jaza’ ,terima kasih atas semua nya.

Wassalammu’alaikum Wr.Wb

Selasa 9 September 2025 Family Corner Masjid Darussalam mengikuti Workshop Penguatan Kapasitas Family Corner Berbasis Masjid Kota Malang. Kegiatan yang diadakan di Hotel Atria Gajayana Malang ini diikuti oleh 25 family corner berbasis masjid angkatan ke-1 dan ke-2 ditambah 20 calon family corner angkatan ke-3 se-Kota Malang. Workshop ini dihadiri oleh Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M.,Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, Achmad Sholeh, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang Prof. Dr. KH. Kasuwi Saiban, M.Ag., Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton, S.HI, M.Ag. dan penggagas family corner Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M. Ag.

Acara seminar penguatan kapasitas family corner diisi dengan materi Masjid Ramah Anak (MRA) oleh Dr. Atiyatul Husna, S.H.I., M.El. (Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos Kota Malang) dan Psikologi Forensik Mengenali Anatomi Kasus dalam Keluarga oleh Dr. Fathu Lubabin Nuqul, M.Si. (ahli psikologi forensik Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Dalam pemaparannya perempuan yang akrab dipanggil Ibu Iik ini menyampaikan Rumah ibadah ramah anak (RIRA) merupakan salah satu indikator kota ramah anak. RIRA adalah konsep yang mencakup berbagai tempat ibadah yang ramah dan nyaman bagi anak-anak, contohnya adalah MRA (masjid ramah anak), GRA (gereja ramah anak), PRA (pura ramah anak) dan VRA (vihara ramah anak).

Adapun psikologi forensik adalah cara menggali, menemukan dan memahami akar masalah dalam suatu kasus keluarga. Kasus-kasus yang muncul dalam keluarga seperti KDRT, perselingkuhan, konflik kuasa asuh anak dan hak waris. Untuk menemukan akar masalah perlu melibatkan aktor (pelaku, korban, saksi) dan mengetahui motif dan pemicu yang melatarbelakangi kasus.

dari kiri ke kanan: kabag kesra Kota Malang, kepala kemenag Kota Malang, Wali Kota Malang, ketua DMI Kota Malang, penggagas family corner berbasis masjid
Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si.

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Darussalam bekerja sama dengan Family Corner Darussalam mengadakan acara Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim pada Jumat 29 Agustus 2025 yang lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 15 anak yatim yang berasal dari sekitar Masjid Darussalam. Kegiatan ini adalah santunan rutin yang diadakan setiap bulan. Santunan periode sebelumnya sudah dilaksanakan pada Ahad 6 Juli 2025 yang bertepatan dengan peringatan 10 Muharram 1447 H.

Acara yang dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB ini diawali dengan pembacaan istighotsah dan tahlil. Doa bersama ini dipimpin oleh Ustadz Fathollah, S.Pd.I. (ketua takmir Masjid Darussalam). Setelah doa selesai, anak yatim menerima bimbingan motivasi dari dra. Tony Suhartatik, M.Pd. (Family Corner Darussalam). Bimbingan motivasi ini mengajak anak-anak yang hadir untuk mengamalkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (7 KAHI), yaitu membiasakan diri bangun lebih awal agar disiplin dan semangat beraktivitas, beribadah tepat waktu, makan sehat dan bergizi, rajin belajar dan membaca, olah raga secara teratur, bermasyarakat, dan istirahat cukup dan tidak begadang.

Santunan anak yatim ini akan dilaksanakan setiap bulan dan akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang beraneka ragam seperti setor hafalan Al Quran, permainan edukatif, dongeng interaktif dan kuis sejarah islam. Kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan Masjid Darussalam kepada anak-anak.

anak-anak menyimak penjelasan tentang 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia (7 KAHI)
peragaan yel-yel “masjid di dadaku”
pembacaan istighotsah dan tahlil
dra. Tony Suhartatik, M.Pd.

Takmir Masjid Darussalam mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 pada Kamis 4 September 2025 kemarin. Pembacaan shalawat nabi sudah dimulai pada pukul 17.00 WIB sampai menjelang masuk shalat isyak. Acara ini rutin diadakan setiap tahun, yaitu pada malam 12 Robiul Awal dan dihadiri jamaah laki-laki dan jamaah perempuan.

Pembacaan shalawat nabi diiringi oleh grup Hadrah Pemuda Sukun. Jamaah yang hadir mengikuti pembacaan shalawat dengan khusyuk. Setelah pembacaan shalawat selesai acara dibuka oleh pembawa acara (Ari Andrianto, Kepala TPQ Darussalam) dan dilanjutkan dengan sambutan takmir oleh Joko Setiawan (Bendahara 1 Masjid Darussalam). Dalam acara ini tausiah disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rois Al-Hafidz, M.Pd.I. sekitar 45 menit.

Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa ada 3 bukti cinta Nabi Muhammad kepada umatnya. Pertama, Nabi Muhammad ﷺ selalu berdoa memintakan ampunan untuk umatnya setiap beliau selesai shalat. Kedua, Nabi Muhammad ﷺ memikirkan keselamatan umatnya. Ketiga, dari Abu Hurairah r.a. Rasulullahbersabda:“Setiap nabi memiliki doa yang mustajab, dan aku ingin menyimpan doaku itu sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 7474, Muslim no. 199)

Penampilan Hadrah Pemuda Sukun
Ustadz Ahmad Rois Al-Hafidz, M.Pd.I.
Joko Setiawan

GEBYAR MUHARRAM SANTRI DARUSSALAM

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Selamat datang dan selamat berlomba serta semangat wahai santri darussalam.

pada hari : Sabtu 28 Juni 2025

Pukul : 15.15 – 16.30 WIB

Santri telah berkreasi ,berkonsentrasi, berpadu dengan warna warni untuk menghiasi sebuah lomba mewarnai gambar masjid di kolaborasi dengan santri putra putri sedang mengaji.

Sejumlah 60 santri mengikuti dari 96 santri darussalam.

Selamat bagi pemenang yang akan disampaikan di puncak Acara pada ,Sabtu 05 Juli 2025.

Terima kasih semua elemen yang sudah membantu kami, Jajaran Takmir Masjid darussalam,Dewan Guru TPQ dan semua wali santri.

Wassalamu’alaikum Warahmahtullah Wabarakatuh

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Darusslam 1446 H,

jamaah yang hadir dalam acara ini sekitar 400 orang, kemeriahan ini juga terlihat dengan banyaknya hewan qurban yang telah diamanahkan kepada panitia qurban 1446 H ,

hewan qurban yang di serahkan oleh sohibul qurban pada tahun ini, sapi 2 ekor , dan kambing 12 ekor

Pelindung : Lurah Tanjungrejo

Penasehat & Pembina :

Ust. Husnul Hidayat

Bambang Anjar, S.H

Marimin, S. Pd

Muhammad Wisnu

Edy Setya, M. Pd

Agus Sulaiman

Sanawi

Ketua : Ust Fathullah., S.Pd.I

Sekretaris I : Supriyanto

Sekretaris II : Ari Ardianto

Bendahara I : Joko Setiawan

Bendahara II : Yuliono

Biro Dakwah dan Peribadatan : Sunarli

Bidang Taklim dan Ibadah : Azar Aminullah

Bidang PHBI : Fauzi Firdaus

Bidang KHotmil Quran : Asy’ary

Biro Pendidikan dan Pelatihan : Ari Arianto

Bidang Taman Pendidikan Al-Quran : Ari Arianto

Bidang Family Corner : Joko Setiawan

Biro Perencanaan, Dana dan Usaha Masjid : Muhammad Saiful

Bidang Ekonomi Ummat : Kristiawan

Bidang Investasi ummat : Mulyadi

Biro Pembangunan dan Sarana Prasarana : Panji

Bidang Rumah Tangga Masjid : Subagio

Bidang Pemeliharaan dan Inventaris : Imam Rozikin

Bidang Teknik : Sugeng, Jimmy

Bidang Lingkungan dan Keamanan : Lasudi, Riyanto

Biro Sosial dan Kesejahteraan : Suroso

Bidang Santunan Yatim dan Dhuafa : Gupali

Bidang Bhakti Sosial : Imam Hanafi

Biro Humas Umum : Muhammad Saiful

Bidang Publikasi, Informasi dan Tehnologi : Fauzi Firdaus

Bidang Humas : Slamet, Imam Syafi’ie

Biro Takmiriyah : Endang Yulianti

Bidang Taklim dan Pelatihan : Indrawati

Bidang Logistic Umum :Mariana

Bidang Kesehatan : Tony Suhartatik

Bidang Muslimat dan Keputrian : Jumik

Dalam agama Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban yang sangat ditekankan dan memiliki kedudukan yang tinggi. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sejak lahir hingga akhir hayat. Penekanan terhadap pentingnya ilmu ini tercermin dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.


Dalil-Dalil Kewajiban Menuntut Ilmu

Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam didasarkan pada beberapa dalil utama:

1. Al-Qur’an

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca, yang secara implisit berarti perintah untuk menuntut ilmu:

  • Surah Al-Alaq Ayat 1-5: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5) Ayat ini menunjukkan bahwa dasar dari penciptaan dan kemuliaan manusia adalah kemampuan untuk belajar dan memperoleh ilmu.
  • Surah Al-Mujadilah Ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11) Ayat ini secara jelas menyatakan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
  • Surah Thaha Ayat 114: “Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan wahyunya kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'” (QS. Thaha: 114) Ayat ini mengajarkan agar kita senantiasa memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT, menunjukkan bahwa proses menuntut ilmu tidak pernah berhenti.

2. Hadis Nabi Muhammad SAW

Banyak hadis yang menguatkan kewajiban menuntut ilmu dan keutamaannya:

  • Hadis Riwayat Ibnu Majah: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah) Hadis ini adalah dalil paling populer yang menegaskan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap individu Muslim.
  • Hadis Riwayat Muslim: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu adalah salah satu jalan yang diberkahi untuk mencapai surga.
  • Hadis Riwayat Tirmidzi: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menyamakan kegiatan menuntut ilmu dengan berjihad di jalan Allah.

Mengapa Menuntut Ilmu Itu Wajib?

Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam memiliki berbagai alasan dan hikmah, di antaranya:

  1. Mengenal Allah SWT dan Agama-Nya: Ilmu adalah kunci untuk memahami keesaan Allah (tauhid), nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta syariat Islam secara benar. Tanpa ilmu, seseorang tidak dapat beribadah dengan benar atau memahami tujuan hidupnya sesuai kehendak Allah.
  2. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Dengan ilmu, seorang Muslim dapat mengetahui tata cara ibadah yang benar, memahami makna di balik setiap syariat, sehingga ibadahnya lebih khusyuk dan diterima di sisi Allah SWT.
  3. Membedakan Kebenaran dari Kebatilan: Ilmu menjadi penerang yang memungkinkan seseorang membedakan antara yang hak dan yang batil, antara petunjuk dan kesesatan. Ini penting untuk menjaga akidah dan akhlak yang lurus.
  4. Membangun Peradaban: Ilmu tidak hanya mencakup ilmu agama (ilmu syar’i), tetapi juga ilmu-ilmu duniawi yang bermanfaat (ilmu kauniyyah) seperti kedokteran, teknologi, ekonomi, dan lain-lain. Dengan ilmu-ilmu ini, umat Islam dapat berkontribusi dalam membangun peradaban yang maju dan menyejahterakan umat manusia.
  5. Memiliki Keberkahan Hidup Dunia dan Akhirat: Sebagaimana disebutkan dalam dalil-dalil di atas, menuntut ilmu dapat mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat, dimudahkan jalannya menuju surga, dan ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya meskipun seseorang telah meninggal dunia.
  6. Menjadi Hamba yang Lebih Baik: Ilmu membimbing manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih bertanggung jawab, dan lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Ilmu juga mendorong seseorang untuk bersikap rendah hati dan menyadari kebesaran Allah.